29/01/2021
AEROINDOMAGZ – Bandara Greenville Downtown, Carolina Selatan, Amerika Serikat, sempat dibuat geger oleh sebuah faksimile yang isinya menyatakan ada bom di salah satu sudut bandara. Peristiwa yang terjadi pada hari Kamis (28/1) itu sontak membuat para karyawan dan petugas bandara langsung mengevakuasi diri.
Menurut Direktur Bandara Greenville, Joe Frasher, dalam faksimile yang diterima pada pukul 1 siang tersebut, tertulis bahwa ada bom di bandara, dan bom tersebut akan diledakkan jika ada orang yang berusaha mencarinya.
“Pelaku juga meminta tebusan sebesar USD120.000 (sekitar Rp 1,6 miliar) untuk dikirim ke suatu tempat tertentu,” tutur Frasher seperti yang dilansir oleh Foxcarolina.com (29/1).
Petugas bandara kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Departemen Kepolisian Greenville. Tak lama kemudian, para petugas pemadam kebakaran Greenville, petugas dari Kantor Sheriff Greenville County, dan FBI langsung turun menyelidiki informasi tersebut.
Saat melakukan penyelidikan, mereka memblokir jalan di sekitar bandara dan mengevakuasi orang-orang, serta melakukan pemantauan terhadap semua gerbang elektronik. Anjing pelacak bom juga dibawa untuk membantu penyelidikan.
Frasher mengatakan lalu lintas udara di
Bandara Greenville Downtown
tetap berjalan seperti biasa selama penyelidikan, tapi tidak ada orang atau kartayan yang diizinkan berada di dekat terminal.
Tepat setelah jam 4 sore waktu setempat, Frasher menyatakan para karyawan diizinkan kembali ke terminal setelah hasil penyelidik memastikan tidak ada bom dan ancaman ledakan. (BDN)
part of
Connect with us
Copyright @ 2021 detikcom. All right reserved