MENU
  • News
  • Finance
  • Teknologi
  • Entertaiment
  • Sport
  • Sepakbola
  • Otomotif
  • Travel
  • Food
  • Health
  • Wolipop
  • DetikX
  • 20Detik
  • Foto
logo
  • detikNews
  • detikFinance
  • detikHot
  • detikInet
  • detikSport
  • detikOto
  • detikTravel
  • detikFood
  • detikHealth
  • Wolipop
  • 20Detik
  • Live TV
  • Adsmart
  • Foto
  • detikX
  • Sepakbola
  • Pasangmata
  • Hikmah
  • dYouthizen

Otorita Labuan Bajo Berencana Bangun Konektivitas Antar-Bandara Seperti di Hawaii

30/01/2021

AEROINDOMAGZ – Otorita Labuan Bajo berencana membangun infrastruktur konektivitas antar-bandara yang menghubungkan 11 Kabupaten di sekitar Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Labuan Bajo.

Menurut Direktur Utama Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF), Shana Fatina, pembangunan infrastruktur konektivitas bandara ini bertujuan untuk memudahkan akses wisatawan.

“Konektivitas dengan penerbangan kecil seperti ini nantinya akan seperti di Kepulauan Hawaii yang merupakan negara bagian Amerika Serikat di Samudera Pasifik,” tuturnya dalam diskusi virtual bertajuk ‘Labuan Bajo, New Bright Future Paradise’ yang digelar Garuda Infrastructure, beberapa waktu lalu.

Shana juga menyatakan bahwa tanpa didukung konektivitas, maka akan sangat sulit untuk menjangkau destinasi yang tersebar di kawasan Nusa Tenggara Timur.

Proyek pembangunan bandara di Labuan Bajo memang sudah dikoordinasikan dengan Kementerian/Lembaga terkait seperti Kementerian PUPR, Kemenpar, dan Pemerintah Daerah terkait dengan kesiapan konektivitas antara simpul transportasi dengan area pariwisata.

Bahkan dalam sebuah peninjauan kerja di Bandara Komodo beberapa waktu lalu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sudah mengecek seluruh area dari mulai keberangkatan, kedatangan, ruang tunggu, hingga runway.

Menurut Budi, progres pengembangan Bandara Komodo saat ini yang dilakukan oleh Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) yaitu pemotongan bukit, pembebasan lahan yang sudah mencapai tahap akhir serta perpanjangan runway 200 x 45 M dari semula 2.250 meter akan menjadi 2.750 meter.

Begitu pula dengan Pelabuhan Multipurpose yang dibangun untuk melayani kapal curah air dan peti kemas dengan bobot 5.000-10.000 DWT dengan luas pelabuhan lebih dari 6 hektare.

Budi menyatakan bahwa pelabuhan ini dibangun untuk mengoptimalkan pergerakan logistik di Labuan Bajo sehingga pendistribusiannya bisa berjalan lebih cepat dan lancar. Selain itu juga Budi berharap pembangunan tersebut dapat dipercepat sehingga selesai tepat waktu. (BDN)

logo

part of

Connect with us

Copyright @ 2021 detikcom. All right reserved

Kategori

  • News
  • Finance
  • Teknologi
  • Entertaiment
  • Sport
  • Sepakbola
  • Otomotif
  • Travel
  • Food
  • Health
  • Wolipop
  • DetikX
  • 20Detik
  • Foto

Layanan

  • Pasang Mata
  • Adsmart
  • Forum
  • detikEvent
  • detikPoint
  • Trans Snow World
  • Trans Studio

Informasi

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir
  • Kotak Pos
  • Media Partner
  • Info Iklan
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Jaringan Media

  • CNN Indonesia
  • CNBC Indonesia
  • Haibunda
  • Insertlive
  • Beautynesia
  • Female Daily